Mengatasi Virus Ukhwah



Assalamualikum w.b.t, salam ceria buat semua adik beradik PMKUM. Sedikit tazkirah ringkas untuk santapan adik beradik. Ukhwah adalah sesuatu yang sangat signifikan untuk kita bincangkan. Hal ini adalah kerana ukhwah adalah satu elemen yang dapat memberi pelbagai rasa dan cerita kepada seseorang individu itu. Dengan ukhwah, kita dapat gembira, tanpa ukhwah, kita bukan siapa-siapa. Jom adik beradik, kita lihat, apa cara untuk kita menangkis virus ukhwah. ^^,



7 Cara Menangkis Virus Ukhwah

Dalam surat Al-Hujurat, Allah swt memaparkan 7 sikap bagi kita untuk membasmi virus-virus ukhwah yang boleh menghancurkan kekuatan ukhuwah yang telah dibina.


1. Tabayyun yang bererti mencari penjelasan dalam setiap maklumat yang diterima dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima. Allah swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS 49:6)

2. 'Adamus Sukhriyyah, ertinya tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah swt: "Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan)." (QS 49:11). Mampukah kita untuk meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan 'sombong' seperti yang dimiliki iblis? Inilah persoalan yang perlu ditanya pada diri.

3. Tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya: 'Dan janganlah kamu mencela diri sendiri'. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakikatnya kaum muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu berkait dengan kedudukan dan kebendaan di dunia. Allah sendiri menyuruh Rasul dan orang-orang yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (Lihat QS, 18:28)

4. Meninggalkan panggilan dengan sebutan-sebutan yang tidak baik terhadap sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah swt: "Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk)." (QS 49:11) Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.

5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan di mana Allah swt berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, kerana sebahagian prasangka itu adalah dosa." (QS 49:12) Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.

6. Tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah swt amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah swt: "Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain." (QS 49:12)

7. Allah swt menegaskan: "Dan janganlah kamu sekalian mengumpat sebahagian lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?..." Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah saw adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi bererti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Wallaahu'alam

Share : Share On Facebook ! Share On Google Buzz ! Add To Del.icio.us ! Share On Digg ! Share On Reddit ! Share On LinkedIn ! Post To Blogger ! Share On StumbleUpon ! Share On Friend Feed ! Share On MySpace ! Share On Yahoo Buzz ! Get These Share Buttons ! Share On Google Reader ! Google Bookmark ! Send An Email ! Blog Feed !

0 comments:

Post a Comment